Gaslighting Relationship

Bagaimana Dampak serta Cara Mengatasinya?

Image Credit AkuKita Wanita

Apa kalian pernah kurang percaya diri dalam menjalin suatu hubungan? Separti kamu mulai merasa mengisolasi diri dari teman dan keluarga, merasa sulit membuat keputusan sendiri, hingga mewajarkan semua kesalahan pasanganmu. Hal-hal tersebut merupakan tanda-tanda kalau kamu menjadi korban gaslighting relationship. Sebenarnya, gaslighting itu apa, sih? Dikutip dari tirto.com, gaslighting adalah perilaku pelecehan secara emosional. Para pelaku merancang perilakunya sedemikian rupa untuk menanam benih keraguan dalam diri korban. Tujuan dari perilaku ini ialah untuk memegang kendali penuh atas pasangannya. Bukan hanya hubungan percintaan yang mengalami ini, tetapi gaslighting dalam pertemanan, keluarga, hingga rekan kerja juga dapat ditemukan dewasa ini.

Perilaku seorang gaslighter biasanya diikuti dengan alasan pelaku mengapa ia melakukan tindakan tersebut. Menurut Dorpat (1994) dalam jurnal Sulistio (2020) menyatakan bahwa dengan menggunakan penyangkalan, penyesatan, kontradiksi, dan kebohongan yang keras, seorang gaslighter berupaya untuk membuat korban menjadi tidak stabil dan medelegitimasi kepercayaan korban. Hal ini guna menyakinkan pasangannya bahwa apa yang ia lakukan merupakan hal yang benar sehingga sang pasangan tidak memiliki alasan untuk memutuskan hubungannya.

Dikutip dari popmama.com, contoh kalimat yang sering dikatakan oleh seorang gaslighter ialah:

Ketika kamu mengatakan sesuatu, ia akan membantahnya. “Aku melakukan ini, gara-gara kamu gak peka.”; “Aku kayak gini itu karena kamu gak balas pesanku”; “Kamu bilang kayak gitu, apa kamu gak ingat apa yang udah aku lakuin buat kamu selama ini?”

Mengelak dari kebenaran. “Kapan aku pernah jalan sama dia? Emangnya ada buktinya? Jangan ngarang kamu.”; “Aku gak pernah deket sama cewek lain, kamu denger itu dari mana, sih?”

Meremehkan perasaanmu. “Halah cuma kayak gitu aja, masalahku jauh lebih besar...”; “Hal semacam ini kamu ceritain? Bukannya itu wajar ya?”; “Gak usah lebay, deh.”

Pura-pura lupa pada peristiwa yang sebenarnya ia ingat. “Loh, emang aku pernah bilang kayak gitu? Enggak, deh, perasaan”; “Kapan aku pernah janji kayak gitu sama kamu?”; “Lupa kali kamu, orang aku gak pernah ngomong kaya gitu”.

Menolak untuk mendengarkanmu atau bahkan memahamimu. “Udahlah, Yang, aku males ladenin kamu kalau kamu…”; “Gak usah ceritalah, memangnya cuma kamu aja yang kayak gitu?”; “Mungkin kamu aja yang salah.”

Dengan pola kalimat tersebut yang diucapkan berulang-ulang, secara tidak sadar akan membuat korban mulai mempertanyakan tentang dirinya sendiri. Dikutip dari suara.com, psikolog dari SHINE Consulting, Lina Karlina S.Psi, menyatakan bahwa korban akan mempertanyakan kebenaran yang ada dalam pikirannya sehingga kepercayaan dirinya rusak dan akhirnya merasa perkataan bahkan kebohongan dari gaslighter ini benar. Lina juga menyebutkan, korban akan selalu meminta pendapat untuk melakukan apa pun karena takut apa yang ia lakukan akan membuat kesalahan.

Jika pasanganmu mulai menunjukkan tanda-tanda gaslighting, maka kamu perlu mengambil tindakan. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Dikutip dari doktergenz, hal yang harus dilakukan antara lain:

  1. Pastikan perilaku gasligthing dari pasanganmu. Saat kamu mulai mencoba membicarakan sesuatu yang menurut kamu salah dalam hubunganmu dan ia bereaksi berlebihan dan berulang atau tidak mendengarkanmu, maka dapat dikatakan bahwa pasanganmu adalah seorang gaslighter.
  2. Buatlah jarak. Ketika kamu mulai mengetahui bahwa pasanganmu adalah seorang gaslighter, cobalah untuk membuat jarak secara perlahan karena dampak yang kamu rasakan nantinya dapat berimbas pada hubunganmu selanjutnya.
  3. Mengumpulkan bukti. Mulai mengumpulkan bukti untuk memperkuat argumen kamu tentang pasanganmu. Bukti ini dapat berupa screenshot pesan-pesanmu dengan dia, merekam percakapanmu di telepon, dan mencatat waktu dan kronologis kejadian.
  4. Bicarakan dengan pasanganmu. Kamu tidak bisa diam dan hanya menerima perlakuan pasanganmu terhadapmu. Katakan bahwa apa yang ia lakukan membawa dampak terhadapmu dan mulai akhiri hubunganmu dengannya.
  5. Carilah bantuan orang terdekatmu. Apabila membuat jarak tidak membuahkan hasil, maka mulailah mencari bantuan teman terdekat atau keluargamu. Bicarakan masalahmu dengan mereka dan mintalah bantuan mereka untuk mengakhiri hubunganmu.
  6. Mulai mencintai dirimu sendiri. Jangan menyalahkan dirimu sendiri tentang hubunganmu, sebab kamu berhak mendapatkan orang baik. Oleh karena itu, cobalah untuk lebih mencintai dirimu sendiri dengan menerima segala kekurangan dan kelebihanmu.

Adanya dampak yang dihasilkan oleh gaslighting relationship dapat berimbas pada masa depan hubunganmu nantinya sehingga kita juga harus lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan, khususnya dalam percintaan. Ulasan di atas adalah beberapa tips dari kami. Kalau teman-teman pernah mengalami hubungan yang serupa atau memiliki cara lain untuk mengatasinya, bisa diceritakan di kolom komentar, ya!

Selain memberikan pencerdasan melalui artikel, AkuKita Wanita juga memberikan pencerdasan yang dikirim melalui e-mail dua minggu sekali dalam bentuk Newsletter.

Penulis: Vil Laura Murdiahtin N.

Editor: Azaina Farah Sabrina

Sumber:

Muthaqin, R. M. (2021, April 16). Relationship. Retrieved Juni 15, 2021, from popmama.com: https://www.popmama.com/life/relationship/rendy-muthaqin/apa-itu-gaslighting-serta-ciri-cirinya/4

Nancy, Y. (2021, Januari 8). Gaya Hidup. Retrieved Juni 15, 2021, from tirto.id: https://tirto.id/apa-itu-gaslighting-manipulasi-pelecehan-emosi-dalam-relasi-f8Wr

Nugrahani, N. W. (2021, Februari 15). Artikel. Retrieved Juni 15, 2021, from DokterGenZ: https://doktergenz.hipwee.com/aku-di-gaslight-harus-gimana/

Rossa, V. (2021, Maret 25). Life Style. Retrieved Juni 15, 2021, from Suara.com: https://www.suara.com/lifestyle/2021/03/25/181452/mengapa-orang-melakukan-gaslighting-psikolog-ungkap-alasannya

Sulistio, R. A. (2020). Perancangan Informasi Gaslighting Dan Pengaruhnya Dalam Relasi Orangtua Dan Anak Melalui Media Buku Ilustrasi (Doktorak dissertation, Universitas Komputer Indonesia).

Ruang Sharing dan Diskusi Menjadi Titik Temu Kita | Find out More → https://linktr.ee/akukitawanita

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
AkuKita Wanita

AkuKita Wanita

Ruang Sharing dan Diskusi Menjadi Titik Temu Kita | Find out More → https://linktr.ee/akukitawanita

More from Medium

Status Quo? Or In a Relationship?

On Overcoming A Breakup — It Has Finally Been A Week

The Intriguing Psychology Behind Regression

I Nearly Married My Narcissist