Hustle Culture

Budaya Gila Kerja pada Generasi Milenial

Image Credit AkuKita Wanita

Jika kalian sering menemui teman, kerabat, pasangan, hingga diri kalian sendiri yang sering meng-upload tentang kepuasan selama bekerja di media sosial atau membanggakan tentang kinerja selama bekerja, bisa dikatakan bahwa hal tersebut merupakan tanda-tanda dari hustle culture. Lantas, pengertian hustle culture apa, sih? Dikutip dari fk.unair.ac.id, hustle culture artinya sebuah gaya hidup yang membuat seseorang merasa bahwa dirinya harus terus bekerja keras dan hanya meluangkan sedikit waktu untuk beristirahat, dengan begitu ia dapat menganggap dirinya sukses. Secara tidak langsung, fenomena ini membuat seseorang percaya bahwa aspek kehidupan paling penting adalah mencapai tujuan profesional dengan bekerja keras tanpa henti atau tanpa libur.

Hustle culture, atau nama lain yang sering kita dengar adalah workaholic, juga bisa diakibatkan dari faktor luar. Menurut Ahmad (2017), pola perilaku workaholism bisa diakibatkan faktor luar seperti budaya organisasi tuntutan keluarga maupun lingkungan. Kemudian, pola pikir ini menuntut untuk menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memenuhi desakan pekerjaan, yang dapat berdampak kepada kondisi kesehatan badan serta mental mereka.

Budaya hustle culture juga dapat ditemukan di Jepang dengan istilah karoshi. Dikutip dari IDN TIMES, korban dari karoshi pada tahun 2015 saja telah mencapai angka sebanyak 1.456 kasus kematian mendadak yang disebabkan gila kerja, sedangkan di Amerika, hustle culture juga sering ditemukan hingga menyebabkan stress. Dikutip dari fk.unair.ac.id, terdapat 55% pekerja di Amerika Serikat yang mengalami stress karena pekerjaannya. Angka tersebut berposisi 20% lebih tinggi dibandingkan angka keseluruhan dunia. Hustle culture di Indonesia yang membawa dampak negatif bagi para pekerja juga dapat kita temui. Masih dikutip dari fk.unair.ac.id, 1 dari 3 pekerja mengalami gangguan kesehatan mental akibat jam kerja berlebih. Ditambah, masa pandemi yang memaksa pemerintah menyerukan untuk tetap produktif dari rumah sehingga secara tidak sadar, budaya hustle culture kini menjamur di generasi milenial melalui media sosial.

Terlepas dari dampak negatif gaya hidup hustle culture, banyak milenial yang sering memamerkan gaya hidup ini melalui media sosialnya. Hal tersebut dilakukan dengan sering mengunggah aktivitas atau menceritakan kesibukan mereka dalam bekerja, yang kemudian menimbulkan rasa bangga terhadap diri sendiri. Hal ini nantinya juga berpengaruh pada pandangan sukses menurut orang lain untuk gaya hidup hustle culture. Gaya hidup ini dapat menyebar dengan cara menonton atau melihat unggahan media sosial orang yang terjebak hustle culture, dengan dalih ingin tetap produktif dan menghasilkan uang seperti orang tersebut, malah membuat mereka juga terjebak di dalamnya.

Dikutip dari hipwee, budaya yang mungkin terlihat sangat memotivasi serta inspiratif ini dapat berdampak negatif terhadap diri kita. Dampak yang dirasakan bisa berupa burnout atau stress yang dapat memicu kenaikan atau penurunan badan secara drastis, tekanan darah tinggi, kelelahan, hingga kematian seperti yang telah dijelaskan di atas. Lantas, bagaimana cara agar terhindar dari hustle culture? Dikutip dari glints, cara berikut ini dapat kalian terapkan, di antaranya:

  • Tidak membandingkan diri dengan unggahan orang lain di media sosial

Salah satu poin utama dari unggahan hustle culture ialah ingin terlihat sukses dan mapan dengan pekerjaan, serta terlihat produktif dengan bekerja pada akhir pekan. Pemikiran semacam inilah yang berusaha meracuni pikiran kita. Padahal, setiap orang punya kecepatan pada proses mereka masing-masing sehingga jangan takut untuk terlihat tidak sukses atau belum mencapai targetmu.

  • Mencari hobi lain

Meluangkan waktumu dengan melakukan hobi lain selain pekerjaan dapat membantu kamu melepaskan kesibukan kamu pada pekerjaan secara perlahan. Dengan mencari waktu luang untuk menjalani hobi, kamu dapat membuat hidup lebih seimbang atau yang bisa kita sebut “work-life balance”. Akan tetapi, kita juga harus pandai mengatur waktu untuk bisa membagi keduanya.

  • Membatasi diri sendiri

Gaya hidup hustle culture yang didominasi dengan kesibukan, khususnya dalam pekerjaan, tentu membuat kita harus pintar dalam membatasi diri sendiri. Batasan seperti kapan kita harus membiarkan badan kita beristirahat dengan tidak bekerja seharian, kapan kita harus bekerja, serta kapan baiknya hanya rihat sejenak.

Gaya hidup hustle culture ini juga membawa dampak baik seperti menambah produktivitas atau suksesnya dalam mencapai target pada pekerjaan. Namun, perlu diketahui, gaya hidup yang bisa disebarkan melalui media sosial ini juga membawa dampak buruk seperti yang telah dijelaskan di atas. Nah, apa kalian pernah menjumpai unggahan orang terdekat kalian tentang hustle culture? Atau kalian sendiri ingin menjalani gaya hidup tersebut? Silakan ceritakan di kolom komentar, ya!

AkuKita Wanita juga memberikan pencerdasan di newsletter yang dikirim melalui e-mail dua minggu sekali.

Penulis: Vil Laura Murdiahtin N.

Editor: Azaina Farah Sabrina

Sumber:

Airlangga, K. K. (2020, September 02). Universitas Airlangga. Retrieved Juni 22, 2021, from Fakultas Kedokteran: https://fk.unair.ac.id/mengenal-hustle-culture-budaya-gila-kerja-generasi-muda/

Aliya, H. (2021, April 18). Glints. Retrieved Juni 22, 2021, from Tips Karier: https://glints.com/id/lowongan/hustle-culture-adalah/#.YNG1amgzbIX

Antoni, A. (2017). PENGARUH WORKAHOLISM, WORK ENGAGEMENT DAN WORK ENVIRONMENT TERHADAP JOB SATISFACTION (Studi Pada Bimbel Perwira Surabaya). (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Gresik), 1–3.

Firmansyah, G. (2019, Mei 17). IDN TIMES. Retrieved Juni 22, 2021, from Discovery: https://www.idntimes.com/science/discovery/ganjar-firmansyah/5-fakta-karoshi-gila-kerja-di-jepang-yang-mengakibatkan-kematian-c1c2/5

Rimawan, S. (2020, November 4). hipwee. Retrieved Juni 22, 2021, from Listicle: https://www.hipwee.com/list/millenial-kamu-harus-berhenti-bangga-dengan-hustle-culture-mengapa/

Ruang Sharing dan Diskusi Menjadi Titik Temu Kita | Find out More → https://linktr.ee/akukitawanita

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
AkuKita Wanita

AkuKita Wanita

Ruang Sharing dan Diskusi Menjadi Titik Temu Kita | Find out More → https://linktr.ee/akukitawanita

More from Medium

How To Make Your COPYWRITING Look Like A Million Bucks!!!

Adapting: A Superpower

SEASON 1 Business in Africa. The basics. Made by an African, for everyone…

How to write a professional bio